Wednesday, June 28, 2006
Belajar sambil Bermain

Jefri murid kelas empat SD, dia punya adik. Bulan ini, tanggal 14 april usianya mencapai 3 tahun. Rendy namanya. Jefri sangat menyayangi Rendy. Rencananya tahun ini Rendy mau sekolah. Mama sedang sibuk mempersiapkan Rendy untuk masuk play group. Besok pagi mama mau mendaftarkan Rendy kesalah satu play group. Mama mengatakan bulan Juli nanti Rendy sudah mulai masuk sekolah.

Setiap pagi ketika Jefri mau pergi sekolah Rendy selalu bertanya

“Mau kemana bang?, mau kemana ya?”. Pertanyaan itu keluar setiap kali Rendy melihat Jefri memakai baju sekolah.

Jefri hanya menjawab mau sekolah.

“Tulis tulis ya?”tanyanya lagi.

“Ia nanti rendy juga sekolah, trus tulis tulis” sahut Jefri.

“One,Two, Three,Ffour, Five,Six, Seven, Eight, Nine, Ten”seru Rendy perlahan sambil berlalu mencari mama. Rendy hapal kalimat itu. Dia sering nonton acara anak di TV tiap paginya. Mama juga yang mengajarkan.

Pulang sekolah jefri melihat sebuah papan tulis kecil 0baru di ruang tamu. Rupanya mama baru membelinya. Mama bilang papan tulis itu untuk Rendy belajar. Dan Jefri yang harus mengajarkan Rendy. Mama juga membeli balok balok huruf dan angka. Jefri bingung. Bagaimana cara mengajari Rendy. Lalu Jefri teringat cara mama mengajarinya waktu pertama ia masuk sekolah. Cara mama mengajarinya tak pernah dilupaknnya.

Sama seperti ketika Jefri akan masuk sekolah. Mama juga membelikan Jefri papan tulis kecil baru. waktu itu Jefri diajari cara menghafal huruf. Mama menuliskan huruf di papan tulis, lalu dia meminta Jefri mencari huruf yang sama dengan huruf yang dia tunjuk di papan tulis di tumpukan balok balok huruf dan angka. Mama dengan sabar mengajari Jefri. Dengan begitu Jefri bisa membedakan huruf dan angka sekaligus mengingatnya. Mama menyebutnya belajar sambil bermain.

Sehabis makan siang Jefri pergi untuk tidur siang. Pukul tiga sore hari Jefri dibangunkan mama untuk belajar. Mengulang kembali pelajaran di sekolah dan mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah. Tentu saja Rendy ada disana. Sibuk memperhatikan.

“Mau tulis tulis ma, mau tulis tulis” rengeknya. Mama lalu memberi sebuah buku dan pensil serta beberapa pensil warna yang memang sudah dipersiapkan untuk Rendy. Kemudian Rendy sibuk mencoret coret bukunya. Sedang mama mengajari Jefri tentang pekerjaan rumahnya.

Karena minggu depan anak kelas enam melaksanakan ujian nasional murid kelas satu sampai lima libur. berarti minggu depan Jefri libur. Tapi Jefri tidak libur total. Jefri harus mempersiapkan diri menghadapi ujian kenaikan kelas. Dia harus belajar lebih keras.

Beberapa temannya beberapa kali datang kerumah. Jefri dan teman temannya belajar kelompok di rumah. Rendy hanya memperhatikan. Terkadang menggangu dengan pertanyaan pertanyaan.

“Abang lagi apa ya, kok rame?”tanyanya.

“Belajar kelompok Rendy”jawab Jefri. Mama lalu memberi Rendy buku dan pensil kepada Rendy agar tidak mengganggu Jefri dan temannya belajar.

Karena belajar giat jefri bisa mengikuti ujian kenaikan kelas dengan baik. Sambil menunggu pembagian raport Jefri mengajari adiknya.

Papan tulis sudah dipersiapkan. Tumpukan balok huruf dan angka juga telah dipersiapkan. “Tulis tulis yuk Ren”ajak Jefri. Dengan semangat Rendy mengikuti kakaknya. Jefri menuliskan huruf dan angka berurutan di papan tulis baru milik rendy. Setelah rapih, Rendy mencoret coret papan tulis. Karena tercoret, Jefri menuliskan kembali dan meminta Rrendy untuk tak mencoret papan tulis lagi. Rendy menuruti Jefri. Tapi tak berapa lama Rendy melakukan hal yang sama. Beberapa kali Rendy melakukan hal itu. Rendy malah menggambar lingkaran lingkaran tak beraturan. Karena kesal hampir saja Jefri marah. Karena tak berhasil, mama mengingatkannya. Lalu mama melanjutkan mengajari Rendy.

Keesokan harinya mama memberi tahu Jefri bahwa ketika mengajari Rendy harus dengan kesabaran. Mama bercerita, pada waktu mengajari Jefri dulupun mama juga kewalahan. Tapi mama sabar. Sampai akhirnya Jefri paham dan mengerti seperti sekarang. Jefri berpikir, sangat sulit ternyata mengajari. Selain harus paham dan lebih tahu tentang apa yang diajarkan selebihnya harus sabar. Hal itu diingatnya. Jefri berjanji dalam hati akan sabar mengajari Rendy.

Esoknya Jefri kembali mengajak Rendy untuk belajar. Tapi kali ini Jefri membiarkan Rendy untuk mencoret coret papan tulis. Tetapi Jefri selau menanyakan apa yang di coretkan Rendy di papan tulis. Setelah itu baru kemudian Jefri yang menulis di papan tulis. Jefri berhasil menuliskan huruf dan angka. Kemudian Jefri mengatakan bahwa angka satu itu one, angka dua itu two dan seterusnya. Kemudian bersama sama mereka berkata “One,Two, Three,Ffour, Five,Six, Seven, Eight, Nine, Ten!

“Pintaaar” seru Jefri kepada rendy. Hari ini Rendy belajar seperti itu

Besok atau lusa mungkin Jefri akan mengajak belajar sambil bermain mencari angka dan huruf. Yang Jefri tahu sekarang adalah dia harus sabar. Rendy tak seperti dia. Rendy masih anak kecil. Jefri mungkin hanya bisa mengenalkan tentang huruf dan angka, dan sedikit mengajak rendy untuk menuliskannya. Ya masih lama proses belajar yang harus di lalui. Tapi Jefri ingat pepatah yang disampaikan gurunya. “Sambil berenang minum air” Pikirnya sambil mengajari Rendy dia dapat sekaligus belajar. Dan pelajaran yang berharga yang diambil Jefri adalah dia harus sabar untuk mendapatkan sesuatu tetapi tak boleh berhenti berusaha.

posted by nasatri @ 11:14 PM  
1 Comments:
  • At 11:20 PM, Blogger Satia Darmawan said…

    Ternyata tulisanmu semanis senyummu.
    keep moving. I like muslimah like you. not only nice but smart too.

     
Post a Comment
<< Home
 
About Me


Name: nasatri
Home: Bandarlampung, Lampung, Indonesia
About Me: mays??? gimana ya, yang pasti gw orangnya baik, jujur, rajin, pinter, ehm...,rajin nabung, beneran?! seriusan heheheh... seprti gw, gw mau temenan ma orang yang baik, jujur, rajin, pinter, rajin menabung biar ntar kaya?!ya ga? ga kok gw mau temenan ma rang yang mau temenan ma gw simple khan ok see u in my friendster
See my complete profile

Sekarang Jam
Tulis Pesan dunk...
    Name :
    Web URL :
    Message :
Baca Juga
Arsip-Arsip
Blog Teman
Template by
Free Blogger Templates